Antara Packet, Flow dan Connection

Posted on Posted in Konsep Jaringan

Dalam dunia jaringan komputer a.k.a computer network, pemahaman tentang konsep dari jaringan komputer itu sendiri merupakan hal yang sangat penting. Anda tidak akan bisa melakukan disain, perencanaan, implementasi, konfigurasi, maintenance (perawatan) dan troubleshoot dengan “baik dan tepat” jika konsep-konsep jaringan komputer itu sendiri tidak Anda pahami.

Bagaimana mungkin Anda menjadi seorang dokter kalo anatomi tubuh manusia saja tidak Anda pahami. Bagaimana mungkin Anda melakukan konfigurasi dan troubleshoot dengan baik jika Anda tidak memahami bagaimana jaringan komputer bekerja.

Pemahaman konsep yang baik akan membuat Anda terhindar dari metode “try and error” pada saat melakukan implementasi jaringan. Tentu Anda tidak ingin berobat ke seorang dokter yang melakukan “try and error” terhadap tubuh Anda, karena bisa saja pada percobaan kedua (second trying) dokter tersebut bisa mengalami kegagalan (error) terhadap diagnosa tubuh Anda. Dan error ini bisa saja berakibat kematian bagi Anda. Begitu pula dalam dunia networking, kami tidak akan rela network kami dikelola oleh engineer yang hanya melakukan percobaan …coba-coba berhadiah…coba-coba connected.

 

Packet

Langkah awal yang harus dipahami dalam dunia jaringan komputer adalah jaringan komputer digunakan untuk saling bertukar informasi. Informasi yang akan dikirimkan akan dirubah (dikonversi) menjadi DATA yang mudah dipahami oleh komputer. Untuk memudahkan pengiriman, maka DATA tersebut dipecah (disegmentasi) menjadi beberapa bagian. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

 

Pacahan-pecahan DATA tersebut disebut SEGMENT. Selanjutnya SEGMENT tersebut akan dibubuhi atau ditambahi beberapa informasi tambahan, informasi tambahan tersebut sering dikenal dengan istilah Header. Segment yang sudah ditambahi Header akan dikenal sebagai PACKET. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Ada banyak proses yang terjadi pada saat si DATA berubah menjadi SEGMENT, dan SEGMENT berubah menjadi PACKET. Namun, untuk keperluan artikel ini, proses yang terjadi tersebut akan diabaikan terlebih dahulu.

Salah satu informasi yang sangat penting dan terkandung di dalam Header adalah informasi IP Address pengirim dan IP Address tujuan dari si PACKET yang bersangkutan. Anda dapat melihat gambar di bawah ini yang memperlihatkan sebuah PACKET dengan IP Address pengirim 192.168.1.2 dan IP Address tujuan 192.168.1.1. Lagi-lagi, untuk keperluan artikel ini, banyak informasi yang terkandung di dalam Header, untuk sementara waktu diabaikan terlebih dahulu.

Karena jaringan komputer kita bekerja dengan Internet Protocol (IP), maka PACKET-PACKET tadi sering disebut sebagai IP Packet. Untuk artikel ini, kita sebut saja dia adalah Packet. Packet ini sebenarnya belum siap untuk dikirimkan, Packet tersebut harus diberi informasi tambahan lagi (diberikan Header lagi) supaya bisa dikirimkan. Namun, untuk kepentingan artikel ini, lagi-lagi penambahan Header terhadap Packet tersebut diabaikan terlebih dahulu.

Sampai pada bagian ini, bisa kita menarik sebuah kesimpulan besar, bahwa Data yang akan dikirimkan akan dipecah menjadi beberapa packet. Sehingga setiap komunikasi yang terjalin antara komputer pengirim dan penerima akan terdiri dari sekumpulan Packet.

Beberapa jenis komunikasi akan memberikan nomot urut pada setiap Packet. Informasi nomor urut ini dikenal sebagai sequence number, untuk artikel ini mari kita sebut dia sebagai seq-number. Sebenarnya, seq-number ini diberikan pada saat Data dipecah menjadi beberapa segment. Seq-number ini sangat berguna untuk menentukan manakah packet yang pertama, kedua, ketiga dan manakah packet yang terakhir.

Namun, ada juga beberapa jenis komunikasi yang tidak memberikan nomor urut pada setiap packet.

 

Flow

Jika membahas Packet, sering pula ditemui istilah Flow. Jika diartikan ke dalama bahasa Indonesia, Flow bisa diartikan sebagai aliran. Dari pembahasan sebelumnya, kita sudah mengetahui bahwa sebuah komunikasi di dalam jaringan komputer akan melibatkan sekumpulan packet. Teknologi jaringan komputer kita saat ini akan mengirimkan packet dengan cara seri atau dengan cara berurutan (walaupun nantinya tidak akan berurutan sesuai nomor urut packet). Ilustrasinya akan terlihat seperti gambar berikut ini.

Dari gambar di atas terlihat bahwa dari komputer A ke komputer B, mengalirlah sekumpulan packet. Terlihat bahwa ada flow (aliran) packet dari komputer A ke komputer B. Jadi bisa diambil kesimpulan lagi bahwa komunikasi jaringan komputer dibangun dengan Packet Flow, dibangun dengan Aliran Packet, dan kadang-kadang disebut dengan IP Flow, karena yang mengalir adalah IP Packet.

Mengapa pemahaman awal tentang Flow ini penting, karena dalam implementasi “dunia nyata”, flow-flow atau aliran packet tersebut bisa saja menempuh jalan yang berbeda-beda saat dikirimkan dari komputer A ke komputer B. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

 

Connection

Dari uraian panjang di atas, terlihat bahwa komputer A melakukan komunikasi dengan komputer B dengan membangun koneksi (hubungan) atau connection dalam bahasa Inggris. Koneksi ini dibangun dengan sebuah packet dengan seq-number=1, kemudian diikuti oleh packet dengan seq-number=2  dan seterusnya.

Sebuah komputer bisa saja membuat beberapa packet dengan seq-number=1. Mungkin saja sebuah komputer ingin berkomunikasi sebanyak-banyaknya dengan komputer tujuan. Sebagai contoh, jika Anda membuka browser dan membuka sebuah tab di web browser dengan alamat www.ilmujaringan.com, kemudian beberapa saat, anda membuka tab baru dengan alamat yang sama www.ilmujaringan.com, maka pada kondisi ini komputer Anda telah membuat 2 (dua) packet dengan seq-number=1. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Dari gambar di atas, terlihat bahwa masing-masing packet dengan seq-number=1 akan diikuti oleh sejumlah packet. Perhatikanlah bahwa packet dengan seq-number=1 yang berwarna merah akan diikuti oleh 3 (tiga) packet, begitu pula dengan packet yang berwarna biru. Dari ilustrasi tersebut bisa diambil kesimpulan lagi, packet-packet yang berwarna merah adalah sekumpulan packet yang berasal dari koneksi yang sama. Begitu juga dengan  sekumpulan packet yang berwarna biru, packet-packet yang berwarna biru adalah packet-packet yang berasal dari koneksi yang sama.

Koneksi atau Connection dalam komunikasi jaringan komputer akan ditentukan oleh packet dengan seq-number=1. Jika komunikasi tersebut hanya menghasilkan 1 (satu) packet dengan seq-number=1, maka komunikasi tersebut dapat disimpulkan hanya dibangun dengan menggunakan 1 (satu) koneksi. Namun jika ternyata komunikasi yang terjalin menghasilkan beberapa packet dengan seq-number=1 maka komunikasi tersebut bisa dikatakan dibangun oleh beberapa koneksi (mutilple connection).

Sebagai contoh lagi, jika Anda senang melakukan aktifitas download dengan menggunakan Download Manager, maka Anda akan melihat  bahwa aplikasi download manager dapat melakukan aktifitas download dengan membangun 1 koneksi, 2 koneksi, 4 koneksi, 8 koneksi dan seterusnya. Semakin banyak koneksi yang Anda bangun maka akan semakin banyak packet dengan seq-number=1 dihasilkan, dan semakin cepat pula pekerjaan download Anda selesai.

Sebagai contoh lain yang sederhana, saat Anda membuka web site www.ilmujaringan.com dan www.detik.com pada sebuah komputer, maka komputer Anda sudah melakukan sejumlah koneksi. Beberapa Connection ini bisa saja terjadi untuk beberapa komputer tujuan yang berbeda. Apakah sejumlah koneksi itu terjadi secara bersamaan atau tidak, mungkin itu adalah persoalan lain lagi.

 

Antara Packet, Flow dan Connection

Jika kita menggabungkan pembahasan packet, flow dan connection maka pada saat sebuah komputer melakukan komunikasi dengan membangun beberapa connection, maka sejumlah packet tetap akan dikirimkan secara seri. Dan bisa saja packet flow tersebut dikirimkan secara tidak berurutan seperti terlihat pada uraian berikut ini.

Dan bisa saja packet-packet flow tersebut menempuh jalur (path) yang berbeda untuk mencapai tujuan walaupun sebenarnya packet-packet tersebut berasal dari koneksi yang sama.

Dari uraian yang panjang di atas, mungkin bisa ditarik kesimpulan kecil yang bisa merangkum semuanya. Komunikasi pada jaringan komputer dilakukan dengan membangun satu atau beberapa koneksi antara komputer pengirim dan komputer tujuan. Setiap koneksi akan terdiri dari beberapa packet dan packet-packet tersebut akan dikirimkan atau mengalir secara seri pada media jaringan.

 

Implementasi

Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa pentingkah mempelajari Packet, Connection dan Packet Flow tadi. Pemahaman yang kuat tentang packet, connection dan flow tadi sangatlah penting pada saat akan melakukan disain, konfigurasi, pengembangan maupun maintenance jaringan.

Sebagai contoh, pada saat Anda akan melakukan konfigurasi load balancing pada sebuah router, maka Anda akan dihadapkan dengan beberapa pilihan metode seperti per packet load balancing, per connection load balancing bahkan per address pair load balancing. Metode-metode ini akan sangat mementukan hasil akhir yang ingin dicapai dengan konfigurasi load balancing.

By the way… jika melihat gambar di bawah ini, metode load balancing apakah yang digunakan ?

 

Keseluruhan artikel ini hanyalah lelucon belaka, tidak perlu dimasukan dalam hati =D

 

— end of article —

Share Button

2 thoughts on “Antara Packet, Flow dan Connection

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ERROR: si-captcha.php plugin: GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable GD image support for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin: imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable imagepng for PHP.