Router Operation (Concept)

Posted on Posted in Konsep Jaringan

icon_conceptsRouter memiliki beberapa tabel yang digunakan sebagai acuan pada saat bekerja. Tabel utama yang selalu dijadikan acuan oleh Router pada saat bekerja dan menjalankan fungsi-fungsinya disebut tabel routing (routing table). Pada saat  Router menerima packet data dan akan melakukan pekerjaan untuk meneruskan (forward) packet ke jaringan (komputer) tujuan, Router tersebut akan melihat terlebih dahulu tabel routingnya. Setelah melihat isi dari tabel routingnya, barulah Router tersebut mengambil keputusan ke mana packet data tersebut akan diteruskan (forward).

Untuk melakukan pekerjaannya, Router akan melakukan beberapa tahapan, yaitu :

  • Control Plane, pada tahapan ini Router melakukan pekerjaan maintenance (menjaga) tabel routingnya. Menjaga tabel routing ini bisa diartikan sebagai usaha Router untuk menjaga keakuratan isi dari tabel routing, isi dari tabel routing itu sendiri berupa entry-entry route atau entry rute. Entry route ini sebenarnya adalah informasi alamat jaringan yang dikenal oleh sebuah router. Entry-entry route inilah yang nantinya akan digunakan acuan untuk melakukan forwarding packet. Pekerjaan menjaga tabel routing dapat dilakukan dengan teknik static routing maupun dynamic routing. Nantinya entry-entry route dari hasil static routing maupun dynamic routing ini akan disimpan pada Routing Information Base (RIB). Dari RIB, akan dihasilkan Forwarding Information Base (FIB). FIB itu sendiri akan digunakan pada Forwarding Plane.
  • Forwarding Plane, pada tahapan ini Rotuer akan melakukan forwarding packet atau meneruskan packet dari interface di mana packet tersebut masuk ke interface di mana packet tersebut akan diteruskan. Untuk melakukan Forwarding Plane, Router menggunakan tabel routing, dimana tabel routing ini adalah hasil dari Control Plane.

 

Gambar berikut memperlihatkan Router R1 yang menghubungkan 3 (tiga) network yang berbeda, masing-masing network 10.0.0.0 pada interface ether1, network 172.16.0.0 pada interface ether2 dan network 192.168.1.0 pada interface ether3. Asumsi yang digunakan bahwa R1 sudah melewati tahapan Control Plane, sehingga tabel routingnya dianggap sudah lengkap.

 

router_operation_1

 

Dari gambar di atas, terlihat bahwa R1 memiliki tabel routing yang lengkap. Tabel routing tersebut telah memiliki informasi alamat dari ketiga jaringan yang terhubung pada interface-interface Router R1. Dengan bekal tabel routing tersebut, R1 mengetahui bahwa pada interface ether1 terdapat network 10.0.0.0, pada interface ether2 terdapat network 172.16.0.0 dan pada interface ether3 terdapat network 192.168.1.0.

Bila pada suatu waktu, PC-1 ingin mengirimkan packet data ke PC-8, maka PC-1 akan membuat packet dengan informasi alamat tujuan adalah 192.168.1.2. Bila packet tersebut diterima oleh Router R1, Router ini akan membaca informasi tujuan yang melekat pada packet tadi, untuk kemudian informasi alamat tujuan tersebut akan dicocokan dengan isi tabel routing-nya. Router R1 melihat  bahwa packet tersebut ditujukan bagi komputer dengan alamat 192.168.1.2 dan berdasarkan tabel routingnya, R1 melihat bahwa network 192.168.1.0 (tempat PC-8 berada) terhubung pada interface ether3. Ini akhirnya membuat R1 mengambil keputusan untuk mem-forward packet tersebut sehingga keluar melalui interface ether3. Pada saat packet tersebut keluar melalui interface ether3, packet tersebut akhirnya akan sampai pada PC-8 (tentunya setelah masuk ke dalam Switch terlebih dahulu). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

router_operation_2

 

Selain memiliki tabel routing, Router juga memiliki tabel ARP (Address Resolution Protocol). Tabel ARP berisi informasi  berupa pemetaan IP Address dan MAC Address dan hanya dimiliki oleh Router. Tabel ARP berbeda dengan tabel MAC Address yang dimiliki oleh Switch. Tabel MAC Address tidak berisi informasi pemetaan antara IP Address dan MAC Address. Tabel ARP pada Router juga berisi informasi tentang interface di mana alamat-alamat tersebut terhubung, seperti terlihat pada gambar berikut ini.

router_operation_3

 

 

Dari gambar di atas terlihat bahwa Router R1 juga memiliki pengetahuan tentang MAC Address dari komputer-komputer yang ada pada jaringan 10.0.0.0 dan 172.16.0.0. Sebagai contoh, Router R1 mengetahui bahwa komputer dengan MAC Address aa-aa-aa-aa-aa-aa dan bb-bb-bb-bb-bb-bb adalah komputer-komputer yang terhubung pada interface ether1. Dan, Router R1 juga mengetahui bahwa komputer dengan MAC Address cc-cc-cc-cc-cc-cc dan dd-dd-dd-dd-dd-dd adalah komputer-komputer yang terhubung pada interface ether2.

Dalam operasional kerjanya, Router akan menggunakan tabel routing maupun tabel ARP, sehingga dari gambar  di atas Router R1 bisa mengambil kesimpulan lengkap, bahwa pada interface ether1 terhubung 2 (dua) komputer masing-masing dengan MAC Address aa-aa-aa-aa-aa-aa dan bb-bb-bb-bb-bb-bb, dan kedua komputer tersebut adalah komputer yang berasal dari jaringan 10.0.0.0. Router R1 juga mengetahui bahwa pada interface ether2 terhubung komputer dengan MAC Address cc-cc-cc-cc-cc-cc dan dd-dd-dd-dd-dd-dd, dan kedua komputer tersebut berasal dari jaringan 172.16.0.0. Informasi lain yang diketahui oleh Router R1 adalah komputer dengan MAC Address aa-aa-aa-aa-aa-aa adalah komputer yang menggunakan IP Address 10.0.0.1, komputer dengan MAC Address bb-bb-bb-bb-bb-bb adalah komputer yang menggunakan IP Address 10.0.0.2, demikian seterusnya.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*