Kegunaan dan Implementasi pref-src (Preferred Source) pada Router MikroTik

Posted on Posted in Konsep Jaringan, MikroTik

Preferred Source atau parameter pref-src merupakan parameter yang jarang digunakan saat akan melakukan konfiurasi Router MikroTik. Namun, parameter ini sebenarnya memegang peranan yang penting manakala topologi jaringan akan memberikan pembatasan IP Address yang dapat digunakan oleh sebuah Router. Beberapa konfigurasi routing yang bermasalah terkadang dapat diselesaikan dengan memanfaatkan paramater pref-src.

 

IP Packet

Sebelum memahami parameter pref-src, diperlukan sedikit pemahaman tentang IP Packet.  Akan banyak pembahasan tentang IP Packet, namun untuk artikel ini, IP Packet hanya akan dibahas secara garis besar saja.  

Data yang akan dikirimkan oleh sebuah host (komputer) maupun router, terlebih dahulu akan dipecah-pecah (di-segmentasi) sehingga menjadi potongan-potongan data kecil. Potongan-potongan kecil ini kemudian dibungkus (di-enkapsulasi), sehingga terbentuklah Packet, atau sering juga disebut IP Packet. Pembungkusan ini dilakukan dengan menambahkan beberapa informasi tambahan, informasi tambahan ini disebut Header.

Akan ada banyak informasi yang terkandung di dalam Header yang ditambahkan tadi. Namun untuk kepentingan pembahasan pref-src pada artikel ini, informasi yang akan ditonjolkan hanyalah informasi source address dan destination address. Informasi source address (src-address) digunakan untuk menunjukkan identitas pengirim dari sebuah packet. Sedangkan informasi destination address akan menunjukkan host tujuan, ke mana packet tersebut akan dikirimkan. Secara teknis dan ringkas, src-address menunjukkan pengirim packet dan dst-address menunjukkan tujuan packet.

Dari gambar di atas terlihat bahwa host A mengirimkan packet ke host B, dan terlihat bahwa informasi src-address yang ditambahkan pada packet tersebut adalah 192.168.1.2. Adapun dst-address adalah 192.168.2.2 yang tentunya merupakan IP Address dari host B.

Bagaimana dengan router? Sebuah router akan memiliki beberapa IP Address, sehingga pada saat sebuah router mengirimkan packet, maka router tersebut memiliki beberapa alternatif IP Address untuk digunakan sebagai informasi src-address yang akan dimasukkan ke dalam Header.

 

 

Konfigurasi Routing Statik pada Router MikroTik

Untuk melihat sejauh mana peran parameter pref-src, maka kita bisa melihat isi dari sebuah tabel routing. Tabel routing ini sangat berguna pada saat akan melakukan konfigurasi routing, baik itu routing dinamis maupun statik. Untuk topologi yang digunakan pada artikel ini, konfigurasi yang digunakan adalah konfigurasi statik routing. Anda dapat membaca artikel static routing pada link berikut ini.

Untuk konfigurasi static routing pada Router A, perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

Sedangkan untuk Router B, perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

Setelah konfigurasi routing dilakukan, maka seharusnya tabel routing pada kedua router akan terlihat seperti berikut ini.

 

Dengan menggunakan WinBox, maka tabel routing pada Router A dapat diilihat melalui menu IP > Routes > tab Routes, seperti pada gambar berikut ini.

 

Sedangkan pada Router B, tabel routingnya akan terlihat seperti pada gambar berikut ini.

  

 

Fungsi Preferred Source (pref-src)

Sesuai namanya, yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia yang berarti “lebih disukai”, preferred source atau pref-src akan berfungsi sebagai parameter yang akan digunakan oleh Router sebagai src-address, manakala router tersebut ingin mengirimkan packet. Karena memiliki beberapa IP Address, maka IP Address yang menjadi preferred source-lah yang akan digunakan sebagai IP Address pengirim tadi. 

Mari kita perhatikan gambar di bawah ini yang memperlihatkan Router A yang mengirimkan packet ke Host A, dan juga mengirimkan packet ke interface ether1 milik Router B.

Dari gambar di atas, dapat diperhatikan beberapa kondisi. Pada saat Router A mengirimkan packet ke interface ether1 milik Router B, maka entry routing yang digunakan adalah entry nomor 1. Karena entry nomor 1 ini menggunakan 10.10.10.1 sebagai pref-src, maka packet yang dikirimkan ke Router B tadi akan menggunakan IP Address 10.10.10.1 sebagai informasi src-address.

Sedangkan jika Router A mengirimkan packet ke Host A, maka entry routing yang digunakan adalah entry nomor 2. Entry ini menggunakan 192.168.1.1 sebagai pref-src. Ini mengakibatkan packet yang dikirimkan oleh Router A ke host A akan menggunakan IP Addres 192.168.1.1 sebagai informasi src-address.

Bagaimana jika kondisinya adalah Router A ingin mengirimkan packet ke host B? Jika ingin mengirimkan packet ke host B, maka entry routing yang digunakan adalah entry nomor 3. Skenario pengiriman packet dari Router A ke host B dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Dari gambar di atas terlihat bahwa entry yang digunakan Router A untuk mengirimkan packet ke host B adalah entry nomor 3 yang tidak memiliki parameter pref-src. Ini memang secara default, umumnya konfigurasi static routing tidak disertai dengan parameter pref-src, seperti konfigurasi yang sudah dilakukan sebelumnya.

Karena untuk mengirimkan packet ke host B, Router A akan mengeluarkan packet-nya melalui interface ether1 yang menggunakan IP Address 10.10.10.1, dan pref-src tidak dikonfigurasikan, maka IP Address 10.10.10.1 akan langsung digunakan sebagai src-address pada packet yang akan dikirimkan tersebut. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Dari gambar di atas terlihat bahwa src-address yang digunakan adalah 10.10.10.1, ini karena pada entry nomor 3 yang digunakan oleh Router A, parameter pref-src tidak didefinisikan. Sehingga secara otomatis Router A akan mengambil IP Address 10.10.10.1 untuk digunakan sebagai src-address pada packet yang akan dikirimkan ke host B.

Dari beberapa uraian di atas, kita bisa menarik kesimpulan lagi bahwa pref. source atau pref-src merupakan IP Address yang “lebih disukai” oleh Router untuk digunakan sebagai IP Address pengirim saat Router tersebut akan mengirimkan packet.

 

Mengganti Preferred Source

Untuk beberapa kondisi jaringan, pref-src dikonfigurasikan secara manual dengan cara memilih IP Address yang akan digunakan sebagai IP Address pengirim. Untuk entry routing dengan kategori dinamis, parameter pref-src tidak akan dapat diganti. Namun untuk entry routing statik, pref-src dapat saja ditentukan dengan memilih satu dari beberapa IP Address yang dimiliki sebuah router.

Sebagai contoh, jika kita ingin Router A menggunakan IP Address 192.168.1.1 sebagai IP Address pengirim saat akan mengirimkan packet ke host B, maka perintah konfigurasi routing yang dapat digunakan harus terlihat seperti uraian berikut ini.

Sehingga tabel routingnya akan terlihat seperti berikut ini.

 

Ilustrasi yang memperlihatkan hasil modifikasi pref-src di atas, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

 

Sebagai catatan, parameter pref-src ini hanya akan digunakan sebagai IP Address pengirim bagi packet-packet yang dibuat oleh Router. Adapun packet yang melintasi router (misalnya saja packet dari host A ke host B) tidak akan terpengaruh dengan penggunaan parameter pref-src.

Meskipun entry routing pada Router A yang ingin menuju network 192.168.2.0/24 sudah menggunakan IP Address 192.168.1.1 sebagai pref-src, namun bila  host A mengirimkan packet ke host B, IP Address pengirim yang akan digunakan oleh packet tersebut tetap adalah 192.168.1.2. Router A juga tidak akan melakukan perubahan IP Address pengirim terhadap packet tersebut, walaupun packet tersebut tetap akan melintasi Router A, kecuali Anda melakukan konfigurasi lagi pada Firewall NAT dari Router A.

 

 

Contoh Implementasi

Contoh implementasi di lapangan mengenai penggunaan parameter pref-src, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Router GW adalah router yang menangani sebuah jaringan pelanggan. Jaringan pelanggan tersebut memiliki dua segmen jaringan, masing-masing network 192.168.1.0/24 yang merupakan private network, dan network 1.1.1.0/24 yang merupakan public network. Public network tersebut ditempati oleh sejumlah server yang harus bisa diakses dari Internet. Untuk terhubung ke Internet, Router GW diberikan alokasi IP Address 2.2.2.0/30 oleh ISP yang digunakan khusus sebagai link antara Router GW dan ISP. Untuk alasan tertentu, ISP tidak mengijinkan Router GW untuk menggunakan 2.2.2.2 sebagai IP Address untuk mengakses Internet. IP Address  2.2.2.2 tersebut hanya diperuntukkan untuk link koneksi ke ISP.

Dengan skenario jaringan seperti ini, perlu dilakukan konfigurasi yang tidak biasa saat konfigurasi default route dilakukan, begitu pula pada saat akan melakukan konfigurasi masquerade (saat akan menyembunnyikan network 192.168.1.0/24).

Adapun konfigurasi default route yang harus digunakan adalah konfigurasi default route yang harus menggunakan 1.1.1.1 sebagai parameter pref-src. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

Sedangkan konfigurasi NAT yang harus digunakan adalah sebagai berikut.

Anda tidak bisa lagi menggunakan konfigurasi standard dengan hanya menggunakan parameter out-interface=ether1 dan action=masquerade.

Adapun perintah-perintah konfigurasi yang lain dapat dilakukan seperti biasanya.

 

— end of chapter —

 

Share Button

4 thoughts on “Kegunaan dan Implementasi pref-src (Preferred Source) pada Router MikroTik

  1. Terima kasih tutorialnya pak Rendra,
    tolong contoh lain seperti menggunakan 2 isp, satu isp sebagai jalur upstream dan 1 isp sebagai jalur downstream.
    ditunggu contoh confignya.

    1. siap pak, terima kasih banyak atas apresiasinya, saya akan coba bahas lagi studi kasus 2 isp dan satu isp sebagai upstream saja

  2. hmmm……… terlihat seperti halnya memalsukan src-addr, sebab yang di kenal oleh r_isp adalah pref-src yang telah di definisikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ERROR: si-captcha.php plugin: GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable GD image support for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin: imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable imagepng for PHP.