Konfigurasi Bridge pada Router MikroTik

Posted on Posted in MikroTik

mikrotik_logo_newBasic Configuration

Teknik bridge (bridging) adalah teknik memasukan atau menggabungkan beberapa interface router menjadi satu segmen jaringan (satu broadcast domain). Artikel ini akan membahas konfigurasi bridge pada Router MikroTik.

Fungsi routing akan hilang dari interface-interface tersebut dan tidak perlu mengkonfigurasikan IP Address pada interface-interface yang akan dibridging. Interface yang telah dibridge dapat disamakan dengan port-port pada switch.

Contoh skenario jaringan yang digunakan adalah sebagai berikut :

 

Perintah untuk membuat interface bridge pada Router-A adalah sebagai berikut :

 

Perintah untuk memasukan interface ethernet Router-A kedalam interface bridge adalah sebagai berikut :

 

 

Untuk Router-B, perintah yang dapat digunakan :


 

 

Redundant Link

Untuk jaringan yang menerapkan bridging dengan redundant link, maka redundant link yang dibangun berpotensi menghasilkan looping. Untuk mencegah looping interface bridge harus mengaktifkan Spanning Tree Protocol (STP) ataupun Rapid Spanning Tree Protocol (STP). Jika menggunakan STP/RSTP, maka salah satu bridge harus berperan sebagai root bridge.

 Untuk Router-A, konfigurasi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :






 

Untuk Router-B, perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

 

 

 

Sedangkan untuk melakukan monitoring terhadap interface-interface bridge beserta port yang menjadi anggota dari masing-masing bridge, perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

 


 

Untuk memonitor pada Router-B dapat digunakan perintah sebagai berikut :

 

Another Scenario

Contoh penerapan teknik bridging pada jaringan yang terhubung ke Internet dapat dilihat pada gambar berikut :

Topologi di atas menginginkan sebuah segmen jaringan 192.168.2.0/24 berada pada dua router yang berbeda. Untuk menggabungkan jaringan 192.168.2.0/24 yang ada pada ether3 Router A dan jaringan 192.168.2.0/24 yang ada pada ether2 Router B, maka digunakanlah teknik bridging.

 IP Address yang akan berfungsi sebagai gateway pada jaringan 192.168.2.0/24 cukup berada pada salah satu interface saja.

 Pada Router A, konfigurasi yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :


 

Sedangkan pada Router B, konfigurasi yang harus dilakukan adalah

 


 

Pada interface ether2 Router B, tidak perlu diberikan IP Address.

 

keyword : bridge, bridging, konfigurasi bridge pada router mikrotik

 
.
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*