Konfigurasi Load Balancing + Fail Over pada Router MikroTik (ECMP)

Posted on Posted in MikroTik

mikrotik_logo_newOutline :

  • Load Balancing Overview
  • Equal Cost Multi Path (ECMP) Overview
  • ECMP Basic Configuration
  • Unsimilar Bandwidth
  • Fail Over

Load Balancing Overview

Load balancing adalah teknik untuk membagi beban jaringan (traffic) melalui beberapa link network. Tujuan dan load balancing adalah untuk meningkatkan throughput, mengurangi response time maupun menghindari penumpukan traffic yang berlebihan. Teknik load balancing dapat diterapkan jika router memiliki beberapa link untuk mencapai suatu network tujuan, misalnya Router yang terhubung ke Internet melalui beberapa ISP.

Pada saat Router MikroTik terhubung ke Internet melalui 2 (dua) ISP, maka packet yang dikirimkan ke Internet diharapkan dapat disebar secara merata. Diharapkan pula bahwa traffic yang datang dari Internet, juga melalui kedua link tadi secara seimbang (balance).

load_balancing_overview_1_wm

 

Pada saat memiliki beberapa link atau koneksi Internet, maka redundancy link bisa tercapai karena router bisa menggunakan salah satu link saja, saat link lain mengalami masalah. Penerapan redundancy (link cadangan) ini sering disebut dengan teknik fail over. Pada penerapan di lapangan teknik load balancing ini sering disebut dengan teknik load balancing + fail over. Namun, bisa saja diterapkan load balancing tanpa fail over, bahkan fail over saja tanpa load balancing

Terdapat berbagai macam metode load balancing yang dapat dilakukan oleh Router MikroTik. Setiap metode menggunakan algoritma sendiri-sendiri yang akan menghasilkan penyeberan packet yang berbeda-beda. Router MikroTik mendukung beberapa metode load balancing, seperti berikut ini :

  • ECMP (Equal Cost Multi Path), dapat dicapai dengan menerapkan static routing, maupun OSPF dan BGP.
  • PBR (Policy-Based Routing)
  • Nth
  • PCC (Per Connection Classifier)
  • Bonding
  • Bandwidth Based Load Balancing (MPLS RSVP-TE Tunnel

Untuk artikel pada Basic MikroTik ini, konfigurasi yang akan digunakan adalah ECMP dengan menerapkan default route.

 

Equal Cost Multi Path (ECMP)

Cara yang paling mudah dan paling cepat untuk melakukan load balancing adalah menerapkan Equal Cost Multi Path (ECMP). ECMP bisa diterapkan pada saat akan membuat beberapa konfigurasi static route (default route) sekaligus, dengan parameter distance yang sama. ECMP juga diterapkan routing protocol OSPF, maupun BGP. Secara default, BGP tidak mendukung ECMP.

ECMP cukup dilakukan dengan melakukan konfigurasi default route dengan menggunakan beberapa gateway sekaligus, dengan nilai distance dari beberapa gateway itu adalah sama. Dengan nilai distance yang sama, maka Router MikroTik akan selalu menggunakan beberapa gateway tersebut secara bersamaan secara round robin (acak).

load_balancing_overview_2_wm

Jika client ingin menuju www.kungfukami.com, maka bisa saja trafficnya akan dikirimkan melalui ISP-A. Dan bisa saja beberapa saat kemudian trafficnya akan dialirkan melalui ISP-B lagi (round robin).

 

ECMP Basic Configuration

Topologi yang digunakan adalah sebagai berikut. Asumsi bahwa alokasi bandwidth dari setiap ISP adalah sama, dalam skenario ini adalah 1 Mbps dari ISP-A dan 1 Mbps dari ISP-B.

 

load_balancing_overview_3_wm

 

Konfigurasi yang pertama perlu dilakukan adalah konfigurasi IP Address pada setiap interface. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

 

Selanjutnya adalah konfigurasi default route yang sudah langsung menerapkan ECMP. Konfigurasi default route akan menggunakan 2 (dua) gateway sekaligus, perhatikanlah paramater gateway=1.1.1.1,2.2.2.1.

 

Langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi DNS Server, DNS Server yang digunakan sebaiknya adalah DNS Server yang ada pada kedua sisi ISP. Adapun perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

 

Langkah terakhir adalah melakukan konfigurasi masquerade. Konfigurasi ini harus diterapkan pada kedua interface yang digunakan untuk menuju Internet, masing-masing adalah interface ether1 dan ether2. Adapun perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

Load balancing dengan menggunakan ECMP akan semakin cepat mencapai kondisi balance (seimbang), mana kala dalam jaringan terdapat banyak komputer client yang aktif mengakses Internet.

 

Unbalance Bandwidth

Jika pada kondisi tertentu, alokasi bandwidth dari sebuah ISP lebih besar dari ISP yang lain, misalnya saja ISP-A memberikan alokasi 2 Mbps sedangkan ISP-B memberikan alokasi 1 Mbps, maka Router GW diharapkan untuk lebih sering menggunakan koneksi ISP-A dibandingkan dengan koneksi dari ISP-B. Jika perbandingan yang diinginkan adalah 2 : 1, maka penggunaan ISP-A sebagai parameter gateway dapat digunakan sebanyak 2 (dua) kali.

Adapun perintah yang dapat digunakan untuk menerapkan ECMP pada kondisi bandwidth yang tidak seimbang tersebut adalah sebagai berikut.

 

Fail Over

Dengan memiliki 2 (dua) koneksi Internet, maka bisa saja teknik load balancing tidak diterapkan, namun teknik fail over dapat diterapkan. Dengan hanya menerapkan teknik fail over, maka dalam kondisi normal, koneksi dari salah satu ISP tidak akan digunakan. Misalnya saja, dalam kondisi normal, koneksi dari ISP-B tidak digunakan. Koneksi dari ISP-B hanya akan digunakan bila mana koneksi dari ISP-A bermasalah (down).

Untuk menerapkan teknik fail over ini, konfigurasi default route harus dilakukan sebanyak 2 (dua) kali, masing-masing menggunakan parameter gateway=1.1.1.1 dan gateway=2.2.2.1. Namun, konfigurasi default route dengan parameter gateway=2.2.2.1 (ISP-B) harus menggunakan parameter distance yang lebih besa dari 1, misalnya saja distance=10. Adapun perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

Dengan parameter distance yang lebih besar, maka konfigurasi dengan default gateway ke ISP-B hanya akan menjadi cadangan, perhatinkanlah konfigurasi default route dengan gateway=2.2.2.1 tidak memiliki label A (Active). Konfigurasi melalui ISP-B akan aktif, bila mana kondisi link melalui ISP-B berada pada kondisi down.

 

Referensi :

book-Mikrotik-KungFu1

MikroTik Kung Fu Kitab 1, Rendra Towidjojo, Jasakom, Jakarta 2012
Online order :

book-Mikrotik-KungFu2

MikroTik Kung Fu Kitab 2, Rendra Towidjojo, Jasakom, Jakarta 2012
Online order :

 

— End of Chapter —

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ERROR: si-captcha.php plugin: GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable GD image support for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin: imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable imagepng for PHP.