Konfigurasi OSPF pada Router Cisco (Single Area)

Posted on Posted in Cisco

Introduction to OSPF

Cisco_Logo_399x290Open Shortest Path First adalah Interior Routing Protocol, sama seperti RIP, yang digunakan untuk menghubungkan network-network dalam suatu internal organisasi. Namun OSPF termasuk kategori link state routing protocol, sehingga sebuah router OSPF akan mengetahui semua status (state) atau kondisi dari setiap link yang ada dalam jaringan. Ini dilakukan router OSPF dengan menyebarkan Link State Advertisement (LSA) keseluruh router OSPF lain dalam suatu area OSPF. Dengan LSA ini, router OSPF kemudian akan membangun database jaringan yang merupakan gambaran topologi jaringan tersebut. Dari database inilah router OSPF menyusun tabel routingnya.

Karena memiliki gambaran topologi yang lengkap, maka jaringan yang menerapkan OSPF akan kecil kemungkinan mengakibatkan routing loop. Router OSPF juga akan lebih cepat mengantisipasi perubahan jaringan, sehingga dapat digunakan untuk jaringan-jaringan berskala besar. OSPF juga merupakan classless routing protocol, sehingga dapat diterapkan pada jaringan yang menggunakan Variable Length Subnet Mask (VLSM).

Namun router yang menjalankan OSPF membutuhkan resource yang lebih besar, karena akan membuat LSA, menyerbarkan LSA, menyusun database, menjalankan algoritma routing yang lebih rumit, untuk kemudian menghasilkan tabel routing. Administrator jaringan juga dituntut memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menerapak OSPF. Selain itu, karena akan terjadi penyebaran (flooding) LSA, maka desain jaringan akan menentukan efisien tidaknya penerapan OSPF.

OSPF dapat diterapkan dalam dua cara, yaitu Single Area OSPF dan Multi Area OSPF. Dengan Multi Area OSPF, router-router OSPF dikelompokkan secara logika dan fisik, sehingga flooding LSA dapat dikendalikan dengan lebih baik.

Penerapan Single Area OSPF dapat dilihat seperti gambar berikut.

x1-single-area-ospf

Sedangkan penerapan Multi Area OSPF, dapat dilihat pada gambar berikut.

x2-multi-area-ospf

 

 

Basic Configuration

Untuk mengkonfigurasikan OSPF pada router, langkah yang harus dilakukan relatif sama dengan routing protocol yang lain. Administrator jaringan hanya perlu mengaktfikan OSPF, kemudian meng-advertise network yang ingin diperkenalkan kepada router lain. Namun network yang di-advertise harus dimasukan ke dalam salah satu area OSPF. Jika hanya menerapkan Single Area OSPF, maka harus dibuat minimal satu Area yang dinamakan Backbone Area, atau Area 0.

Bila pada routing protocol lain, saat akan meng-advertise sebuah network address harus disertakan subnetmask atau prefix, maka pada Router Cisco advertise dilakukan dengan menyertakan wildcard (kebalikan dari bit subnetmask).

x3-scenario1

Untuk mengkonfigurasikan OSPF pada Router R1 pada gambar di atas, maka perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

 

Sedangkan pada Router R2, perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

 

Pada saat kedua router mencapai kondisi convergence, maka tabel routing akan terlihat lengkap seperti pada uraian berikut ini.

 

 

 

 

Router ID

Setiap router OSPF harus menggunakan identitas (ID) sebagai pengenal satu sama lain. ID juga digunakan sebagai penunjuk dari mana sebuah LSA berasal. Jika tidak dikonfigurasikan, maka router OSPF akan mengambil IP Address dari salah satu interfacenya yang aktif untuk dijadikan Router ID. Dan bila terdapat beberapa IP Address, maka IP Address tertinggi yang akan dipilih.

Untuk melihat IP Address mana yang digunakan sebagai Router ID, maka dapat digunakan perintah seperti berikut ini.

 

 

Interface Loopback merupakan interface yang tidak pernah berada dalam posisi “down”, sehingga IP Address pada interface ini sangat cocok untuk dijadikan Router ID. Adapun contoh penerapan Router ID dapat dilihat pada gambar berikut.

x4-ospf-router-id

 

Untuk mengkonfigurasikan Interface Loopback untuk dijadikan Router ID, dapat digunakan perintah berikut ini.

 

 

 

Dengan adanya IP Address pada Interface Loopback yang menjadi Router ID, maka Router ID pada setiap router dapat dilihat seperti berikut ini.

 

 

 

Multi Access Network

Router OSPF akan membuat LSA dan mengirimkannya ke seluruh router yang lain. Jika network yang digunakan adalah Multi Access Network, maka LSA akan beredar sebanyak-banyaknya, sehingga perlu dipilih sebuah router yang akan mengumpulkan keseluruhan LSA untuk kemudian dikirimkan ke router lain. Router ini disebut Designated Router (DR). Selain DR perlu juga dipilih Backup Designated Router (BDR) yang bertugas sebagai cadangan dari DR.
Router yang memiliki Router ID tertinggi akan menjadi DR, kemudian disusul oleh Router ID terendah berikutnya yang akan menjadi BDR.

x5dr-bdrPada gambar di atas, yang akan menjadi DR adalah Router R3 dengan Router ID 10.3.3.3 disusul R2 dengan Router ID 10.2.2.2 yang akan menjadi BDR.

Untuk melihat router mana yang menjadi DR atau BDR dapat digunakan perintah berikut ini.

 

 

 

  

Metric

OSPF menggunakan cost sebagai metric, dimana path dengan akumuliasi nilai cost terendah yang akan dipilih dan dimasukkan ke dalam tabel routing. Router Cisco menggunakan parameter bandwidth untuk menentukan cost, seperti pada tabel berikut ini.

ospf-metric_cisco
Nilai cost juga dapat ditentukan dengan mengganti parameter cost yang ada pada setiap interface router yang menjalankan OSPF. Untuk melihat nilai yang ada pada setiap interface, dapat digunakan perintah seperti berikut ini.

 

 

Untuk merubah cost pada Interface f0/1 sehingga link 10.10.10.0/30 memiliki cost 10, maka dapat digunakan perintah seperti berikut ini.

 

Dengan cost pada link 10.10.10.0/30 yang bernilai 10, maka untuk menuju network 172.16.20.0/24 Router R1 akan memilih link melalui Router R3 yang memiliki akumulasi cost sebesar 3. Ini dapat dilihat pada tabel routing pada Router R1 berikut ini.

 

 

x6-ospf-metric

 

Adapun cost dari interface f0/1 pada Router R1, dapat dilihat lagi dengan menggunakan perintah berkut ini.

 

 

Redistribute

OSPF juga dapat digunakan untuk menyebarkan (redistribute) konfigurasi statik routing yang ada pada sebuah router. Sehingga entry static routing tersebut akan diketahui oleh router OSPF lainnya. Redistribute ini umumnya diterapkan pada router OSPF yang terhubung ke jaringan luar (outside network), misalnya pada Router yang berfungsi sebagai gateway ke Internet.

x7-ospf-redistribute

Konfigurasi default route (statik) yang perlu dikonfigurasikan pada Router R1 adalah sebagai berikut.

 

 

Sedangkan perintah yang digunakan untuk melakukan redistribute entry static routing (default route) tersebut adalah sebagai berikut.

 

 

Sehingga tabel routing pada Router R1 akan terlihat seperti berikut ini.

 

Perintah redistribute tadi akan membuat Router R2 dan R3 mengetahui path menuju Internet yang dapat ditempuh melalui Router R1, seperti terlihat pada tabel routing berikut ini.

 

 

 

— end of chapter —

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*