Konfigurasi Manajemen Bandwidth (Simple Queue) pada Router MikroTik

Posted on Posted in MikroTik

mikrotik_logo_newOutline :

  • Simple Queue Overview
  • Flat Simple Queue
  • Hierarchical Simple Queue
  • Per Connection Queuing (PCQ)

Untuk menjamin komputer client mendapatkan alokasi bandwidth yang sesuai (realistis) maka Router MikroTik harus menjalankan manajemen bandwidth. Router MikroTik memiliki fitur Simple Queue yang dapat melakukan pengaturan alokasi bandwidth untuk jaringan yang sederhana. Selain itu, tersedia Queue Tree yang dapat digunakan untuk yang jaringan yang lebih rumit, atau pengaturan alokasi bandwidth dengan konsep hirarki yang banyak.

 

Simple Queue Overview

Untuk melakukan konfigurasi manajemen bandwidth melalui Simple Queue, menu yang dapat digunakan adalah Queues –>tab Simple Queues.

simple_queue

Untuk menggunakan Queue Tree, dibutuhkan konfigurasi pada Firewall Mangle terlebih dahulu. Manajemen bandwidth dengan Queue Tree akan dibahas pada artikel Intermediate MikroTik.

Simple Queue juga mendukung konsep queue secara hirarki sehingga mampu memberikan komputer client alokasi bandwidth CIR dan MIR. Konfigurasi queue yang bersifat hirarki akan terdiri dari Inner Queue dan Leaf Queue.

simple_queue_2

Commited Information Rate (CIR), alokasi bandwidth yang akan didapatkan sebuah client dalam kondisi terburuk, bisa disebut sebagai alokasi bandwidth “down to”. CIR umumnya akan didapatkan sebuah client jika keseluruhan alokasi bandwidth untuk jaringan tersebut sudah digunakan oleh clien-client yang lain.

Maximum Information Rate (MIR), alokasi bandwidth maksimum yang akan didapatkan oleh client, bisa disebut alokasi sebagai bandwidth “up to”. MIR umumnya akan didapatkan sebuah client jika tidak ada client-client lain yang menggunakan alokasi bandwidth.

simple_queue_3

Untuk menerapkan alokasi CIR dan MIR, maka konfigurasi queue harus berbentuk hirarki, parameter limit-at yang akan menentukan besaran nilai CIR tidak akan bekerja jika konfigurasi tidak bersifat hirarki.

simple_queue_4

Pada saat menerapkan Inner Queue dan Leaf Queue terdapat 2 (dua) aturan besaran parameter limit-at dan max-limit yang harus diperhatikan. Aturan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Jumlah parameter CIR (limit-at) pada keseluruhan Leaf Queue tidak boleh melebihi nilai max-limit pada Inner Queue.
  2. Nilai MIR (max-limit) pada Leaf Queue, tidak bisa melebih max-limit pada Inner Queue.

 simple_queue_5

 

Flat Simple Queue

Pada skenario ini, alokasi bandwidth download 1 Mbps yang didapat dari ISP akan dibagi menjadi masing-masing 512 kbps untuk masing-masing client. Skenario ini tidak mengijinkan client 10.10.10.1 meminjam alokasi bandwidth dari client 10.10.10.2, jika ternyata client 10.10.10.2 sedang tidak menggunakan alokasi bandwidthnya. Demikian pula sebaliknya, client 10.10.10.2 tidak dapat meminjam alokasi bandwidth yang dimiliki 0leh client 10.10.10.1. Dengan demikian pada kondisi apa pun, setiap client hanya akan mendapatkan alokasi bandwidth download sebesar 512 kbps, demikian pula dengan alokasi bandwidth upload.

basic_topologi_qos_1

Adapun konfigurasi yang dapat digunakan adalah sebagai berikut, perhatikanlah penggunaan parameter max-limit=512k/512k yang menunjukkan alokasi bandwidth upload/download maksimum yang akan diberikan.

 

 

Hierarchical Simple Queue

Pada skenario ini, Router MikroTik akan menjalankan prinsip share management bandwidth. Ini akan membuat sebuah client dapat meminjam alokasi bandwidth yang dimiliki oleh client lain, jika memang alokasi bandwidth tersebut sedang tidak digunakan. Misalnya, jika client 10.10.10.1 dan 10.10.10.2 menggunakan bandwidth secara bersamaan, maka masing-masing client akan mendapatkan alokasi 512 kbps. Namun, jika client 10.10.10.2 tidak menggunakan alokasi bandwidth, maka client 10.10.10.1 akan bisa mendapatkan alokasi bandwidth 1 Mbps. Begitu pula sebaliknya bagi client 10.10.10.2, jika client 10.10.10.1 sedang tidak menggunakan alokasi bandwidth. Dengan kata lain, setiap client akan mendapatkan CIR sebesar 512 kbps dan MIR sebesar 1 Mbps, baik untuk alokasi upload maupun download.

basic_topologi_qos_2

Langkah pertama yang harus dilakukana adalah membuat Inner Queue dengan perintah seperti berikut.

 

Langkah terakhir adalah membuat 2 (dua) konfigurasi Leaf Queue, masing-masing untuk client 10.10.10.1 dan 10.10.10.2. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

Secara keseluruhan, hasil konfigurasi Simple Queue yang bersifat hirarki ini adalah sebagai berikut.

 

Per Connection Queueing (PCQ)

Untuk jumlah komputer client yang banyak atau pun jumlah client yang sering berubah-ubah, maka dibutuhkan banyak sekali konfigurasi Leaf Queue. Untuk menghemat penggunakan konfigurasi Leaf Queue, maka metode Per Connection Queueing (PCQ) dapat digunakan. PCQ akan membagi rata alokasi bandwidth sesuai dengan jumlah client yang membutuhkan. Jika terdapat 4 client, maka masing-masing client akan mendapatkan 256 kbps. Jika terdapat 8 client, maka masing-masing akan mendapatkan alokasi 128 kbps demikian seterusnya.

basic_topologi_qos_3

Untuk sebuah jaringan 10.10.10.0/24, hanya diperlukan 1 (satu) baris konfigurasi Simple Queue, jika metode yang digunakan adalah PCQ. Adapun perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

Torch

Untuk menguji konfigurasi Simple Queue, dapat menggunakan fitur Torch. Fitur ini dapat memperlihatkan besaran bandwidth yang sedang digunakan sebuah client, dan diperlihatkan secara real time. Fitur ini dapat diakses melalui menu Tools  -> Torch, aktifkan pada ether2 (jika komputer client terhubung pada interface ether2) dan hanya menggunakan parameter src-address=10.10.10.0/24.

Jika pengujian dilakukan pada jaringan yang menerapkan Hierarchical Simple Queue atau pun Simple Queue dengan PCQ, maka pada saat hanya satu client yang menggunakan bandwidth (misalnya client 10.10.10.1), maka client tersebut akan mendapatkan nilai MIR (1 Mbps). Untuk melihat alokasi bandwidth download lihatlah pada kolom Tx Rate, sedangkan alokasi upload yang sedang digunakan dapat dilihat pada kolom Rx Rate.

basic_torch_1

 

Jika client 10.10.10.1 dan 10.10.10.2 menggunakan alokasi bandwidth secara bersamaan, maka keduanya akan mendapatkan nilai CIR (512 kbps).

basic_torch_2

Jika ingin menggunakan command line, maka perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

Referensi :

book-Mikrotik-KungFu1

MikroTik Kung Fu Kitab 1, Rendra Towidjojo, Jasakom, Jakarta 2012

Online order :

 
 
 
 
 
 
book-Mikrotik-KungFu2

MikroTik Kung Fu Kitab 2, Rendra Towidjojo, Jasakom, Jakarta 2012
Online order :

 
 
 
 
 

— End of Chapter —

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ERROR: si-captcha.php plugin: GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable GD image support for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin: imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable imagepng for PHP.