Konfigurasi Static Routing pada Router Cisco

Posted on Posted in Cisco

cisco-logoBasic Configuration

Static Routing adalah teknik routing yang mengharuskan Administrator jaringan menyusun tabel routing secara manual. Administrator jaringan harus mengisikan entry route untuk menuju remote network, beserta gateway (next hop) yang dapat digunakan router untuk mencapai remote network tersebut.

 static_routing_cisco_1

Pada topologi di atas, Administrator jaringan harus memasukkan entry static routing menuju network 192.168.2.0/24 pada R1. Entry ini harus menggunakan 10.10.10.2 sebagai parameter gateway next hop. Sedangkan pada R2, Administrator harus memasukkan entry 192.168.1.0/24 dengan 10.10.10.1 sebagai next hop.

Pada saat static routing belum dikonfigurasikan, maka tabel routing pada kedua router akan terlihat seperti berikut ini.


 


 

 
 

Adapun konfigurasi static routing yang harus diberikan kepada Router R1 adalah sebagai berikut

 

Sedangkan konfigurasi static routing pada R2, dapat menggunakan perintah sebagai berikut.

 

Sehingga hasil akhir dari konfigurasi static routing tersebut dapat dilihat pada tabel routing seperti berikut ini.

 

 

Pengujian dapat dilakukan pada kedua router seperti terlihat berikut ini.

 

 

 

Load Balance

Teknik Load Balance digunakan untuk membagi bebas (load) dari traffic jaringan. Teknik ini bisa digunakan jika untuk menuju satu remote network terdapat beberapa link (jalur), seperti terlihat pada gambar berikut ini.

 static_routing_cisco_2

 

Konfigurasi yang perlu dilakukan pada router R1 adalah sebagai berikut.

 

Sedangkan pada Router R2, konfigurasi yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

 

Tabel routing dari kedua router yang menerapkan teknik load balance akan terlihat seperti berikut ini.

 

  

 

Fail Over

Teknik Fail Over adalah teknik yang digunakan untuk menyediakan link cadangan untuk menuju suatu network tujuan. Link cadangan ini tidak akan digunakan bila link utama masih berfungsi dengan baik. Untuk menerapkan teknik ini, harus dikonfigurasikan nilai Administrative Distance (AD) yang lebih besar pada link cadangan. Router cenderung akan menggunakan link dengan Administrative Distance terkecil untuk dimasukkan ke dalam tabel routing.

Secara default, static routing memiliki nilai AD = 1, sehingga untuk membuat link cadangan, harus dikonfigurasikan static routing dengan nilai AD yang lebih besar dari 1, seperti terlihat berikut ini.

 static_routing_cisco_3

 

Konfigurasi static routing dengan nilai AD yang bervariasi harus dilakukan pada kedua router dengan menggunakan perintah sebagai berikut.

 

 

Sehingga tabel routing pada kedua router akan terlihat seperti berikut ini.

 

 

Link yang menggunakan network 172.16.10.0/30 akan terlihat pada tabel routing jika link utama “down”.

 

— end of chapter —

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*