Konfigurasi VLAN pada Switch Cisco (InterVLAN Routing)

Posted on Posted in Cisco, Konsep Jaringan, MikroTik

switch_iconArtikel ini merupakan contoh implementasi (penerapan) dari artikel sebelumnya yang sudah membahas tentang konsep dari Virtual LAN (VLAN). Konsep dari Virtual LAN dapat Anda baca pada link berikut. Pada contoh implementasi ini, perangkat switch yang digunakan adalah Switch Cisco Catalyst. Jika Anda menggunakan perangkat dengan platform yang berbeda, kemungkinan akan ada beberapa penyesuaian perintah dalam mengkonfigurasikan VLAN. Konfigurasi yang dibahas pada artikel ini juga terbagi dua, yaitu konfigurasi dasar VLAN yang bertujuan melakukan segmentasi network dan konfigurasi InterVLAN routing yang bertujuan menghubungkan kembali segmentasi network tadi dengan menggunaan teknik routing. Untuk konfigurasi routing, contoh konfigurasi akan menggunakan Router MikroTik, sehingga jika ternyata Anda menggunakan router dengan platform yang berbeda, tentunya harus ada penyesuaian perintah konfigurasi.

Adapun contoh topologi yang akan digunakan adalah sebagai berikut :

 vlan_basic_topology_wm

Konfigurasi VLAN

Contoh konfigurasi VLAN berikut ini menggunakan Cisco Catalyst 2900 series. Dalam kondisi default Catalyst hanya memiliki satu VLAN yang dapat dilihat dengan menggunakan perintah  berikut ini.

 

 

 

Dari uraian di atas terlihat bahwa Catalyst hanya memiliki satu VLAN dan VLAN tersebut memiliki parameter vlan-id=1. VLAN tersebut juga memiliki parameter name=default. Adapun port yang dimiliki, secara default VLAN 1 tersebut memiliki seluruh port yang ada pada switch tersebut, terlihat pada bagian Ports yang berisikan port Fa0/1 sampai dengan FaF0/24. VLAN 1 merupakan VLAN default dan VLAN ini tidak dapat dihapus.

Untuk menambahkan VLAN, dapat digunakan perintah seperti berikut ini.


 


 

Setelah ditambahkan 3 VLAN, yang masing-masing adalah VLAN 10, 20 dan 30, maka jumlah VLAN yang telah dimiliki oleh Catalyst tersebut akan terlihat seperti berikut ini.

 

 


 Dari uraian di atas terlihat bahwa Catalyst sudah memiliki 4 VLAN, yaitu VLAN 10, 20,30 dan tentunya VLAN 1 sebagai VLAN default. Namun VLAN 10, 20 dan 30 terlihat belum memiliki port, sehingga langkah konfigurasi berikut yang harus dilakukan adalah memindahkan beberapa port (sesuai scenario topology) untuk menjadi anggota dari VLAN 10, 20 maupun 30.

Pada skenario terlihat bahwa port Fa0/2 dan Fa0/3 harus menjadi anggota dari VLAN 10, perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

 

Konfigurasi yang sama harus dilakukan untuk port-port yang lain sehingga akan menjadi anggota dari VLAN 20 dan VLAN 30 seperti berikut ini.

 

 


Hasil akhir dari konfigurasi dasar VLAN di atas akan terlihat seperti berikut ini, perhatikanlah bahwa baik VLAN 10, 20 maupun 30 sudah memiliki port masing-masing.

 

 

Konfigurasi InterVLAN Routing

Pada konfigurasi dasar VLAN sebelumnya, jaringan pada Catalyst tadi telah tersegmentasi secara virtual menjadi 3 jaringan. Untuk menghubungkan ketiga jaringan tersebut, maka diperlukan sebuah router. Selain itu Anda juga harus mengkonfigurasikan sebuah port untuk menjadi trunk yang dapat berfungsi sebagai penghubung semua VLAN ke router. Pada contoh scenario, port Fa0/1 adalah port yang akan menjadi trunk.

Perintah yang dapat digunakan untuk membuat port Fa0/1 menjadi trunk adalah sebagai berikut.

 

Setelah itu, konfigurasi dilanjutkan ke Router MikroTik yang bertugas menghubungkan VLAN tersebut, maupun menghubungkan VLAN tadi ke Internet. Langkah pertama yang harus dilakukan pada Router MikroTik adalah membuat 3 (tiga) interface VLAN pada interface ether2. Adapun perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

 

Yang harus diperhatikan pada saat membuat interface VLAN pada Router MikroTik adalah parameter vlan-id yang harus sama dengan vlan-id yang sudah dikonfigurasikan pada Catalyst. Begitu juga dengan parameter interface=ether2, yang memperlihatkan bahwa interface virtual LAN tersebut akan menginduk ke interface fisik ether2.

Langkah berikutnya adalah memberikan IP Address pada masing-masing interface VLAN pada Router MikroTik. IP Address ini sangat penting karena akan menjadi default gateway bagi setiap komputer yang ada pada VLAN 10, 20 dan 30. Adapun perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

 

Anda dapat melanjutkan konfigurasi dengan mengaktifkan DHCP Server pada masing-masing interface VLAN tersebut. Tentunya konfigurasi lainnya seperti Default Route, DNS maupun Masquerade akan dibutuhkan jika ingin membuat VLAN tersebut terhubung ke Internet.

To be continue…

Share Button