Konfigurasi Wireless Bridge pada Router MikroTik

Posted on Posted in MikroTik

Artikel ini akan membahas konfigurasi wireless bridge pada Router MikroTik, dimana Router MikroTik digunakan untuk membangun topologi jaringan wireless dengan pendekatan bridging. Untuk lebih memahami konfigurasi yang akan digunakan dan landasan konsep yang mendasari konfigurasi bridging, sebaiknya Anda bisa membaca beberapa artikel berikut ini :

 

Adapun topologi yang akan digunakan dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.

Dari gambar di atas, Router GW yang digunakan adalah Router MikroTik yang bertugas untuk menghubungkan jaringan lokal (192.168.1.0/24 dan 192.168.2.0/24) ke Internet. Adapun Router WR-1, WR-2 dan WR-3 adalah Router MikroTik yang memiliki interface wireless, dengan kata lain ketiga router tersebut adalah wireless router. Namun, karena pendekatan yang akan digunakan pada topologi ini adalah pendekatan bridging, maka ketiga router tersebut akan difungsikan sebagai bridge, atau lebih tepatnya lagi wireless bridge.

 

Konfigurasi Router GW

Konfigurasi Router GW yang bertugas sebagai Internet gateway adalah konfigurasi yang umum digunakan, seperti konfigurasi IP Address pada interface ether1, ether2 dan ether3, juga konfigurasi default gateway, DNS, Firewall NAT (Masquerade), dan juga konfigurasi DHCP Server baik pada interface ether2 maupun ether3.

Adapun perintah konfigurasi yang dapat dilakukan pada Router GW adalah sebagai berikut.

 

Konfigurasi Wireless Router WR-1

Konfigurasi wireless bridge pada Router MikroTik dilakukan pada Router WR-1, yang paling pertama dapat dilakukan adalah melihat status dari interface wireless wlan1, perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

 

Secara default, interface wireless pada router MikroTik berada pada kondisi disable. Untuk menggunakannnya, Anda dapat mengaktifkannya dengan menggunakan perintah berikut ini.

 

Untuk mengkonfigurasikan interface wireless wlan1 sebagai Access Point, maka beberapa parameter dasar yang harus dikonfigurasikan adalah mode, ssid, frequency dan band. Untuk Router WR-1, perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

Untuk Anda yang menggunakan WinBox, konfigurasi di atas dapat dilakukan melalui menu Wireless > tab Interfaces, memilih interface wlan1 > tab Wireless seperti pada gambar berikut ini.

 

Konfigurasi selanjutnya adalah membuat interface bridge dengan menggunakan perintah berikut ini.

Dengan WinBox, konfigurasi dapat dilakukan melalui menu Bridge > tombol Add, seperti terlihat pada gambar berikut ini.

 

Setelah interface bridge selesai dibuat, maka tahapan berikutnya adalah memasukkan interface ether1 dan wlan1 ke dalam interface bridge1. Ini akan membuat interface wlan1 dan ether1 akan terhubung. Adapun perintah yang dapat digunakan adalalah sebagai berikut.

Dengan menggunakan WinBox, menu yang dapat digunakan adalah Bridge > tab Ports > tombol Add, seperti terlihat pada gambar berikut ini.

 

Langkah terakhir adalah memberikan IP Address pada interface bridge1, sehingga nantinya Router WR-1 dapat di-remote dari network yang berbeda. Adapun perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

Dengan menggunakan WinBox, menu yang dapat digunakan adalah IP > Addresses, seperti pada gambar berikut ini.

 

Sampai di sini, tahapan konfigurasi wireless bridge pada Router WR-1 telah selesai digunakan. Pengujian dapat dilakukan dengan menggunakan laptop maupun smartphone, dan seharusnya perangkat client wireless tersebut akan mendapatkan alokasi IP Address 192.168.2.xx, dan seharusnya pula perangkat tersebut terhubung ke Internet.

 

Konfigurasi Wireless Router WR-2

Adapun konfigurasi Router WR-2 relatif sama dengan Router WR-1. Perbedaan hanya terletak pada penggunakan frekuensi yang berbeda pada interface wlan1. Perbedaan frekuensi ini untuk mencegah terjadinya interferensi. Juga terdapat perbedaan pada IP Address yang dikonfigurasikan pada interface bridge1, pada Router WR-2, IP Address yang digunakan adalah 192.168.2.3/24.

Perintah yang dapat digunakan pada Router WR-2 sehingga bisa menjadi wireless bridge seperti pada Router WR-1 adalah sebagai berikut.

 

 

 

Tips dan Trik

  • Konfigurasi pada Router WR-3 juga relatif sama dengan Router WR-1 dan WR-2. Anda tinggal membedakan frekuensi dan IP Address pada interface bridge pada setiap router.
  • Bila ingin menambahkan Access Point juga dapat dilakukan dengan menggunakan konfigurasi yang sama
  • Topologi ini dapat digunakan pada gedung bertingkat, dimana pada setiap lantai terdapat satu atau beberapa access point.
  • Semua interface wireless menggunakan SSID yang sama sehingga dapat menghadirkan fitur roaming.

 

— end of chapter —

 

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ERROR: si-captcha.php plugin: GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable GD image support for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin: imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable imagepng for PHP.