Konsep vs Terapan

Posted on Posted in Konsep Jaringan

Author : Rendra Towidjojo

Mempelajari suatu ilmu dapat dibagi dalam dua bagian besar, yaitu belajar teori dan belajar praktek. Dalam dunia IT belajar teori berarti mempelajri konsep, desain, perancangan, prinsip kerja, karakteristik dan lain-lain (singkatnya tidak ada seting menyeting atau command line dalam belajar teori). Jika kita mempelajari praktek maka yang kita pelajari adalah konfigurasi, seting-menyeting, command line dan so on lahh…

Yang jadi pertanyaan, pentingkah kita mempelajari teori yang terkadang membosankan dan sepintas sepertinya tidak berguna. Belajar teori memang kelihatannya tidak berguna, karena itu bukan ilmu terapan yang bisa langsung menghasilkan produk IT. Beda dengan terapan….dengan sedikit konfigurasi, sedikit command line, kita sudah bisa menghasilkan sesuatu, entah itu sudah bisa buat jaringan, bisa buat warnet atau yang laiiinya. Namun banyak dari kita terjerumus hanya mempelajari terapan, hanya belajar praktet tanpa mau tau apa sebenarnya makna dari konfigurasi yang kita buat, tanpa mau tau proses-proses apa sebenarnya yang terjadi dibelakanganya.

Belajar teori atau konsep sangatlah penting, mahir konfigurasi, mahir seting-seting tanpa pengetahuan teori adalah “buta”. Kenapa saya katakan demikian? karena jika kita hanya mahir konfigurasi, maka bisa saja kita berhasil pada contoh kasus tertentu, dan kita kebingungan jika tiba-tiba kita tiba di lapangan atau medan tempur yang berbeda. Kita bisa saja mahir buat jaringan untuk warnet misalnya, namun tiba-tiba diminta untuk membuat jaringan kampus….kita akan kebingungan jika kita tidak memiliki pemahaman teori yang baik. Atau…bisa saja jaringan yang kita buat agak menyimpang sedikit dari jaringan yang sudah umum, kita pun akan kebingungan…karena modal kita hanya seting-seting atau hanya konfigurasi-konfigurasi.

Ataupun kita mendapati masalah yang tidak ada di tutorial-tutorial di Internet, misalnya komputer A bisa ping komputer B, tapi ternyata komputer B tidak bisa ping komputer A, padahal semua firewall sudah di nonaktifkan….dengan pemahaman teori yang baik, gangguan-gangguan semacam ini bisa dengan cepat kita pecahkan. Pemahaman teori yang baik juga menghindarkan kita memecahkan masalah dengan cara “try and error”, saya pribadi tidak menganjurkan anda menganut prinsip “try and error”….coba sana, coba sini ….untuk mencari pemecahan masalah. Prinsip try and error akan banyak menyita waktu. Dengan pemahaman teori yang baik, kita cukup mengambil data-data awal, dan dengan cepat kita bisa mengetahui letak permasalahannya….

“Pernahkah anda ke bengkel dan mendapati seorang montir yang dengan mendengarkan suara mesin motor saja dia sudah tau apa masalah dengan motor kita, dengan menanyakan gangguan-gangguan yang kita alami sudah bisa mendeteksi letak kerusakan motor kita….bedakanlah dengan montir-montir otodidak (yang tanpa teori mesin) yang harus bongkar sana bongkar sini untuk mencari gangguan mesin motor kita…..itulah contoh kecilnya”

Sebagai pengalaman pribadi, saya digembleng dengan ilmu-ilmu CCNA yang terkadang menurut saya “out of box” atau tidak masuk-masuk akal, atau terkadang saya berpikir apa gunanya saya belajar teori-teori macam begini. Dalam materi-materi dengan bahasa aneh tersebut, misalnya saya diajarkan bagaimana sebuah konsep routing bekerja, apa karakteristik-karakteristik dari aplikasi-aplikasi routing, bagaimana jaringan itu bisa terhubung satu dengan yang lainnya. Masalah konfigurasi, si Om Cisco hanya secuil membahasanya. Memang dalam materi CCNA itu, juga terdapat materi tentang praktek, tentunya dengan menggunakan Router Cisco, namun bekal teori dan konsep ilmu routing yang diberikan amatlah banyak…. Beberapa tahun kemudian, setelah digembleng dengan ilmu ecek-ecek ala Cisco, saya baru merasakan manfaatnya. Diberikan jenis router apapun, saya hanya butuh sedikit penyesuaian, sedikit penyesuaian tentang konfigurasi-konfigurasinya…..namun apa saja yang harus saya konfigurasikan sudah terlebih dahulu saya ketahui….jika di  router A konfigurasi adalah bla…bla…bla, maka konfigurasi di router B mungkin hanya ble….ble…ble… Jenis peralatan yang berbeda-beda, jenis jaringan yang berbeda-beda tidak akan menjadi masalah jika kita mengenal dengan baik karakteristik alat tersebut, prinsip kerja alat tersebut, cara kerja jaringan dan lain..lain…

Jadi…marilah rajin-rajin mulai mempelajari ilmu konsep, tanpa juga melupakan ilmu konfigurasi Anda….manfaat konsep-konsep tersebut akan Anda rasakan di masa datang, tidak untuk saat ini…

 

Regards…

Rendra Tj.

Share Button

One thought on “Konsep vs Terapan

  1. Ya pak setuju,..ini pengalaman pribadi saya,..belajar konsep emang membosankan, tapi dengan konsep yg baik, mau troubleshoot,bikin topology macem2, dan ganti2 perangkat merek lain, semuanya gak terlalu susah jadinya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*