Pengenalan Ethernet Bridge

Posted on Posted in Konsep Jaringan

icon_bridgeAda kalanya pada saat membangun suatu jaringan teknik routing dianggap akan membuat topologi dan pengalamatan jaringan menjadi lebih rumit. Pada kondisi ini, banyak Administrator jaringan akan menghindari teknik routing dan melakukan teknik bridging.

Teknik bridging sebenarnya teknik yang digunakan untuk menggabungkan beberapa jaringan sehingga menjadi satu kesatuan jaringan dengan pengalamatan yang sama. Secara konsep, teknik bridging ini sama dengan teknik switching. Namun, pada implementasi di lapangan, Switch ternyata menjadi tidak praktis dan tidak efisien jika digunakan untuk menjalankan teknik bridging. Sehingga pada kondisi ini, dibutuhkanlah perangkat jaringan yang disebut dengan Bridge.

Bridge Function

Pada prakteknya, hampir tidak ada suatu perangkat jaringan yang khusus diproduksi sebagai Bridge. Bridging (menghubungkan) sebenarnya merupakan suatu teknik dan teknik tersebut bisa dijalankan oleh Router. Ini yang membuat Bridge atau bridging menjadi suatu fungsi yang dijalankan oleh Router. Hampir semua Router bisa menjalankan atau dikonfigurasikan menjadi Bridge.

Gambar di bawah ini memperlihatkan sebuah Router yang menangani jaringan yang memiliki pengalamatan yang berbeda, masing-masing adalah jaringan 10.0.0.0 dan jaringan 192.168.1.0.

bridge_1

Gambar 1
Jaringan 10.0.0.0 dan 192.168.1.0 dihubungkan oleh Router

 

Jika jaringan pada gambar di atas ingin disederhanakan, maka Router dapat dikonfigurasikan untuk menjadi Bridge. Dengan mengganti Router menjadi Bridge maka fungsi routing yang dijalankan oleh Router akan berubah menjadi fungsi bridging. Fungsi bridging ini akan menggabungkan jaringan 10.0.0.0 dengan jaringan 192.168.1.0. Hasil penggabungan oleh Bridge ini akan dihasilkan 1 (satu) jaringan, yang bisa saja menggunakan alamat 10.0.0.0 atau 192.168.1.0 atau pun pengalamatan yang lain.

Ilustrasi jaringan 10.0.0.0 dan 192.168.1.0 yang telah di-bridging dapat dilihat seperti pada gambar di bawah ini.

bridge_2

Gambar 2
Bridging menghasilkan sebuah jaringan 10.0.0.0

 

Dari gambar di atas terlihat sebuah jaringan dengan pengalamataman 10.0.0.0 yang semula sebenarnya merupakan 2 (dua) jaringan yang berbeda pengalamatannya. Alamat dari masing-masing komputer pun terlihat berubah menjadi pengalamatan dengan format yang sama, masing-masing dengan alamat 10.0.0.1, 10.0.0.2, 10.0.0.3 dan 10.0.0.4. Perbandingan antara routing dan bridging ini dapat dilakukan dengan membandingkan kembali gambar 2.45 dan gambar 2.46. Bridging terlihat membuat pengalamatan jaringan menjadi lebih sederhana dan sepintas pula fungsi Bridge sama dengan fungsi Switch. Beberapa literatur memang mengatakan bahwa Switch adalah Multi Port Bridge, dengan kata lain, Switch adalah Bridge dengan jumlah port yang banyak. Namun, yang tetap diingat, umumnya Bridge akan lahir dari sebuah Router.

 

Bridge Operation

Cara kerja Bridge akan sama dengan cara kerja Switch, sehingga dapat dikatakan pula bahwa Bridge adalah perangkat yang bekerja pada Layer 2 OSI Model. Pada saat menerima sebuah frame, Bridge bekerja dengan melihat MAC Address tujuan yang ada pada frame tersebut. Untuk selanjutnya, Bridge akan menentukan ke mana frame tersebut akan diteruskan. Dalam melaksanakan pekerjaan bridging-nya, Bridge menggunakan tabel MAC Address (CAM Table) sebagai acuan, sama seperti yang dilakukan oleh Switch.

Ada pun contoh dari tabel MAC Address dari sebuah bridge, dapat dilihat pada uraian berikut, di mana sebuah Bridge digunakan untuk menggabungkan 2 (dua) segment jaringan yang semua terpisah.

bridge_3

Gambar 3
Tabel MAC Address pada Bridge

 

Dari uraian di atas terlihat bahwa Bridge BR-1 memiliki 2 (dua) interface, masing-masing ether1 dan ether2. Dari tabel MAC Address yang dimilikinya, BR-1 mengetahui bahwa pada interface ether1 terdapat 2 (dua) komputer masing-masing dengan MAC Address aa-aa-aa-11-11-11 dan aa-aa-aa-22-22-22. Sedangkan pada interface ether2, terhubung 2 (dua) komputer pula masing-masing dengan MAC Address cc-cc-cc-11-11-11 dan cc-cc-cc-22-22-22.

Jika suatu saat PC-1 ingin mengirimkan data ke PC-2, maka BR-1 tidak akan meneruskan frame tersebut ke PC-3 dan PC-4. Dengan kata lain, BR-1 tidak akan meneruskan frame data tersebut sehingga keluar pada interface ether2. Ini dilakukan karena BR-1 melihat bahwa frame data tersebut ditujukan untuk komputer yang memiliki MAC Address aa-aa-aa-22-22-22, dan berdasarkan tabel MAC Address-nya, BR-1 melihat bahwa komputer aa-aa-aa-22-22-22 adalah komputer yang terhubung pada interface ether1, ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

bridge_4

Gambar 4
PC-1 mengirimkan data ke PC-2

 

Jika suatu ketika, PC-1 ingin mengirimkan data ke PC-4, maka BR-1 akan melihat bahwa tujuan dari frame data tersebut adalah komputer dengan MAC Address cc-cc-cc-22-22-22. Berdasarkan tabel MAC Addressnya, komputer dengan MAC Address cc-cc-cc-22-22-22 adalah komputer yang terhubung pada interface ether2. Ini akan menyebabkan BR-1 akan meneruskan frame tersebut untuk kemudian keluar melalui interface ether2. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

bridge_5

Gambar 5
PC-1 mengirimkan data ke PC-4

Dari uraian singkat di atas, terlihat dengan jelas bahwa Bridge bekerja dengan konsep yang sama dengan Switch. Bridge bekerja dengan selalu melihat MAC Address tujuan yang ada pada setiap frame dan selalu menggunakan tabel MAC Address sebagai acuannya. Bridge tidak melihat IP Address pada saat bekerja.

 

Sumber :
Alundra. 2016. Network Fundamentals, Vol. 1. Palu : IlmuJaringan(dot)Com.

 
 

— end of chapter —

Share Button

One thought on “Pengenalan Ethernet Bridge

  1. Mas Rendra, saya minta ijin utk menggunakan bukunya yg mikrotik kungfu sebagai panduan saya ngajar anak-anak poltek ya mas?
    Terima kasih sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*