Konfigurasi VRRP (Virtual Router Redundancy Protocol) pada Router MikroTik

Posted on Posted in MikroTik

mikrotik_logo_new

Author : Asriadi Azis
adi[at]ilmujaringan[dot]com

VRRP (Virtual Router Redundancy Protocol ) merupakan protocol yang dapat digunakan untuk meningkatkan high availability dengan menggunakan beberapa router. Cara kerja dari protocol ini yaitu dengan berkomunikasi pada semua router yang memiliki VRID (Virtual Router ID) yang sama. Dalam menentukan router manakah yang akan menjadi router master, dapat ditentukan melalui parameter priority. Dengan parameter priority dapat ditentukan manakah yang menjadi router utama (master) dan manakah yang menjadi link cadangan (backup). Nilai priority yang tertinggilah yang akan menjadi router master dan nilai priority yang terendah yang akan menjadi router backup. Jika router fisik yang di atas namakan router virtual gagal dalam mengirim sebuah paket, maka router fisik yang lain akan menggantikannya secara otomatis. Dengan kata lain jika link master tidak berfungsi atau linknya terputus host akan mendapatkan gateway secara otomatis, sehingga host dapat terhubung kemabali. Dengan menggunakan teknik VRRP ini jaringan yang Anda bangun akan lebih handal dan dapat di andalkan.

Untuk membuat Virtual Router ini, yang harus dipersiapkan yaitu sebuah router yang menjadi router utama dan satu buah atau lebih router sebagai router cadangan (backup router). Untuk mengeksekusinya ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan yaitu :

  • Konfigurasi VRID yang sama pada setiap router.
  • IP Virtual yang sama pada setiap router.
  • Hanya ada satu router utama (master) dan satu atau lebih router cadangan (backup).

Basic Topologi

vrrp-1

Configuration

Yang pertama kali yang mesti Anda lakukan yaitu melakukan konfigurasi di setiap router. Dengan asumsi bahwa R1 dan R2 sudah bisa melakukan ping ke 8.8.8.8 (Internet).
Untuk R1 Anda dapat melakukan konfigurasi seperti ini :

 

Untuk R2 Anda dapat melakaukan konfigurasi seperti ini :


Testing Configuration

Setelah selesai melakukan konfigurasi, maka saatnya untuk melakukan pengujian. Untuk melakukan pengujian cukup dengan melakukan ping IP ke internet, contoh IP yang digunakan yaitu IP DNS google 8.8.8.8. Jika ping Anda berhasil, cobalah untuk mencabut kabel power pada R1 dan beberapa saat ping akan gagal dan akan terkoneksi kembali. Jika kejadiannya seperti itu maka konfigurasi yang Anda lakukan boleh dikatakan sukses. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.

vrrp-2

Terlihat pada gambar di atas bahwa R2 (backup) berfungsi secara otomatis jika R1(master) dalam keadaan off atau tidak berfungsi.

Karena parameter priority tertinggi dimiliki R1, maka R1 merupakan router utama dan R2 menjadi router cadangan. Untuk membuktikan traffic manakah yang sedang digunakan dapat menggunakan fasilitas Tracert di Command Line pada sistem operasi Windows.

Dengan menggunakan VRRP maka tercipta link cadangan dan router cadangan yang dapat membuat jaringan yang kita bangun akan lebih handal. Permasalahan akan muncul yaitu jika konfigurasi yang kita lakukan pada R2 harus sama persis pada R1. Jika Anda mengelolah sebuah jaringan yang berskala besar tentunya memiliki konfigurasi yang banyak, apakah mungkin setiap Anda melakukan konfigurasi pada R1 harus melakukan konfigurasi lagi pada R2 dengan konfigurasi yang sama. Untuk memecahkan permasalahan tersebut Anda dapat membaca buku tentang DMZ yang akan terbit melalui JASAKOM.

 

About the Author :

Penulis adalah staff IlmuJaringan(dot)Com yang fokus melakukan penulisan dan pengujian berbagai konsep jaringan dengan menggunakan Router MikroTik. Adi saat ini tergabung dalam Divisi MikroTik dari IlmuJaringan(dot)Com. Adi dapat dihubungi melalui akun Facebook www.facebook.com/adii12

 
 
 
.
Share Button